Selasa, 02 April 2013

Refleksi "Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 3: Budaya Matematika Menghasilkan Mathematical Intuition "



Kaitannya dalam mengembangkan intuisi siswa dalam pembelajaran matematika, siswa tidak hanya membutuhkan peran sosok seorang  guru sebagai fasilitator dan pendukungnya, akan tetapi juga pihak masyarakat(orang tua). Selain itu pengalaman dalam diri siswa juga penting sekali agar intuisi siswa itu berkembang. Sementara pengalaman siswa itu sendiri didapat dari berbagai kegiatan yang diterima siswa selama proses pembelajaran matematika. Kegiatan-kegiatan pembelajaran matematika yang memberikan kesan menyenangkan bagi siswa akan cenderung bertahan lebih lama dalam memori siswa, efeknya hal tersebut akan menjadi pengalaman yang akan terus tertanam dalam diri siswa. Dari sinilah guru yang inovatif sangat diharapkan untuk menciptakan pembelajaran matematika di kelas berkesan menarik dan menyengkan untuk siswa.
Sementara peran masyarakat atau orang tua siswa khususnya, lebih pada penerapan kebiasaan sehari-hari. Sebagai contoh, orang tua tidak berlaku otoriter kepada anaknya, sebaliknya orang tua hendaklah menbantu anaknya untuk mencoba menemukan apa yang sebenarnya ia inginkan, apa yang ia butuhkan dan ingin bagaimana ia mengekspresikan ide-idenya.Diharapkan hal tersebut membudaya, sehingga dengan begitu intuisi siswa akan mudah berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar