Kaitannya
dalam mengembangkan intuisi siswa dalam pembelajaran matematika, siswa tidak
hanya membutuhkan peran sosok seorang guru sebagai fasilitator dan pendukungnya,
akan tetapi juga pihak masyarakat(orang tua). Selain itu pengalaman dalam diri
siswa juga penting sekali agar intuisi siswa itu berkembang. Sementara
pengalaman siswa itu sendiri didapat dari berbagai kegiatan yang diterima siswa
selama proses pembelajaran matematika. Kegiatan-kegiatan pembelajaran
matematika yang memberikan kesan menyenangkan bagi siswa akan cenderung
bertahan lebih lama dalam memori siswa, efeknya hal tersebut akan menjadi
pengalaman yang akan terus tertanam dalam diri siswa. Dari sinilah guru yang
inovatif sangat diharapkan untuk menciptakan pembelajaran matematika di kelas
berkesan menarik dan menyengkan untuk siswa.
Sementara
peran masyarakat atau orang tua siswa khususnya, lebih pada penerapan kebiasaan
sehari-hari. Sebagai contoh, orang tua tidak berlaku otoriter kepada anaknya,
sebaliknya orang tua hendaklah menbantu anaknya untuk mencoba menemukan apa
yang sebenarnya ia inginkan, apa yang ia butuhkan dan ingin bagaimana ia
mengekspresikan ide-idenya.Diharapkan hal tersebut membudaya, sehingga dengan
begitu intuisi siswa akan mudah berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar