Pada intinya komentar ini sama dengan komentar yang sudah
saya tulis sebelum-sebelumnya. Pembelajaran matematika yang selama ini
diterapkan pada umumnya masih merupakan pembelajaran yang tradisional.
Pembelajaran tradisional disini diindikasikan dengan belum tepatnya kedudukan
siswa dalam pembelajaran. Siswa pada kenyataanya selama ini dijadikan sebagai
objek pembelajaran. Selama pembelajaran, siswa seakan-akan dibiarkan pasif dan
hanya diberi masukan-masukan materi. Guru menganggap siswa tidak memiliki
potensi, atau menganggap kemampuan siswa adalah kemampuan bagaimana dapat
mengerti dan mengikuti apa petunjuk guru. Sementara hal ini sangat tidak sesuai
dengan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif menuntut guru untuk tidak
lagi menempatkan siswa sebagai objek pembelajaran, akan tetapi sebagai subjek
pembelajaran. Sehingga siswa dituntut untuk aktif, dan mengembangkan intuisi
dan kemampuannya untuk membangun konsep matematika dalam dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar