Kamis, 13 Juni 2013

Refleksi"Mathematics and Language 2 "



Pada intinya komentar ini sama dengan komentar yang sudah saya tulis sebelum-sebelumnya. Pembelajaran matematika yang selama ini diterapkan pada umumnya masih merupakan pembelajaran yang tradisional. Pembelajaran tradisional disini diindikasikan dengan belum tepatnya kedudukan siswa dalam pembelajaran. Siswa pada kenyataanya selama ini dijadikan sebagai objek pembelajaran. Selama pembelajaran, siswa seakan-akan dibiarkan pasif dan hanya diberi masukan-masukan materi. Guru menganggap siswa tidak memiliki potensi, atau menganggap kemampuan siswa adalah kemampuan bagaimana dapat mengerti dan mengikuti apa petunjuk guru. Sementara hal ini sangat tidak sesuai dengan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif menuntut guru untuk tidak lagi menempatkan siswa sebagai objek pembelajaran, akan tetapi sebagai subjek pembelajaran. Sehingga siswa dituntut untuk aktif, dan mengembangkan intuisi dan kemampuannya untuk membangun konsep matematika dalam dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar