Hingga saat ini, masih banyak yang mempunyai presepsi bahwa
matematika itu sulit dan tidak menyenangkan. Berangkat dari presepsi tersebut
banyak siswa yang mengalami hambatan ketika mempelajari matematika. Seperti
yang dikatakan dalam artikel di atas, bahwa presepsi memiliki peran yang
penting dalam membangun motivasi siswa terhadap mata pelajaran matematika.
Suatu asumsi bahwa matematika itu sulit, sebenar-benarnya berangkat dari
presepsi orang yang mengatakan demikian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa besar
kemungkinan siswa sulit mempelajari matematika ialah karena telah memiliki
presepsi yang buruk di awal. Di sinilah peran guru sangat diperlukan dalam
mengatasi permasalahan terkait matematika yang menjadi momok sebagian besar
siswa.
Namun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa presepsi timbul
juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: genetik dan lingkungan. Faktor
genetik, misalnya seorang siswa yang lahir dari orang yang ahli matematika atau
menyukai matematika, besar kemungkinan ia akan mudah menyelami pembelajaran
matematika. Sementara faktor lingkungan, artinya siswa dapat dipengaruhi oleh
lingkungan di sekitarnya dimana ia tumbuh. Melalui faktor lingkungan ini lah
seorang guru dapat membantu siswanya dalam membangun presepsi yang baik
terhadap matematika. Hal ini dapat dilakukan guru dengan menciptakan dan
menyelenggarakan pembelajaran matematika yang inovatif, yang sedemikian rupa
sehingga matematika menarik untuk dipelajari siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar