Dari elegi di atas kita dapat mengambil suatu
simpulan bahwa pada hakikatnya matematika sangat dekat dengan kehidupan kita. Sebagian
besar persoalan dalam kehidupan sehari-hari kita berkaitan dengan matematika.
Bahkan seperti pada elegi diatas, diibaratkan seorang matematikawan yang
mengusir setan dengan ilmu matematikannya. Dan ternyata itu bisa. Betapa itu
sesuatu yang sangat menakjubkan. Pasti banyak diantara kita setelah membaca
elegi di atas menjadi lebih termotivasi untuk mendalami matematika. Akan tetapi
terlepas dari semua itu, kita harus ingat kembali tentang mengubah mitos dan
logos. Kita tidak boleh sombong. Karena kesombongan pada hakikatnya adalah
syaitan. Kita tidak boleh mengira bahwa seorang ilmuwan hebat akan selalu
mengalahkan syaitan dengan ilmunya. Secerdik apapun manusia, syaitan pun tidak
akan pernah mau kalah kecerdikan-Nya dalam menggoda manusia. Sehingga, tiada
daya dan upaya manusia yang mampu mengalahkan syaitan kecuali atas
pertolongan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar