Senin, 10 Juni 2013

Refleksi"Elegi Ritual Ikhlas 45: Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan? "



Dari elegi di atas kita dapat mengambil suatu simpulan bahwa pada hakikatnya matematika sangat dekat dengan kehidupan kita. Sebagian besar persoalan dalam kehidupan sehari-hari kita berkaitan dengan matematika. Bahkan seperti pada elegi diatas, diibaratkan seorang matematikawan yang mengusir setan dengan ilmu matematikannya. Dan ternyata itu bisa. Betapa itu sesuatu yang sangat menakjubkan. Pasti banyak diantara kita setelah membaca elegi di atas menjadi lebih termotivasi untuk mendalami matematika. Akan tetapi terlepas dari semua itu, kita harus ingat kembali tentang mengubah mitos dan logos. Kita tidak boleh sombong. Karena kesombongan pada hakikatnya adalah syaitan. Kita tidak boleh mengira bahwa seorang ilmuwan hebat akan selalu mengalahkan syaitan dengan ilmunya. Secerdik apapun manusia, syaitan pun tidak akan pernah mau kalah kecerdikan-Nya dalam menggoda manusia. Sehingga, tiada daya dan upaya manusia yang mampu mengalahkan syaitan kecuali atas pertolongan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar