Hingga datangnya hari kiamat nanti, syaitan
akan selalu menggoda dan mengajak manusia dalam kesesatannya. Akal dan
pikirannya tidak akan melemah atau bahkan habis untuk sekedar menghalangi manusia dalam berbuat kebaikan, dan mengajaknya dalam
kemungkaran. Hal ini merupakan wujud balas dendam syaitan terhadap Adam as.
Dalam elegi di atas menggambarkan bagaimana seorang manusia mencoba melawan
syaitan dengan segenap ikhtiar dan tawakalnya. Namun elegi di atas merupakan
cerita yang masih bersambung, sehingga jika Mursidin bersungguh-sungguh dalam
berikhtiar dan bertawakal memohon pertolongan dan perlindungan Alloh SWT, bukan
suatu kemustahilan ia akan menang melawan syaitan. Karena yang ia mintai
pertolongan yaitu Alloh SWT, ialah Dia yang Maha segalanya. Syaitan bukanlah
apa-apa bagi-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar