Rabu, 24 April 2013

Refleksi"Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan "

Hidup di dunia ini tidak lain ialah menilai dan memilih. Keburukan dan kebaikan merupakan pilihannya. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, kita melakukan apa itu menilai dan memilih. Dimulai dari akan bangun tidur, kita menilai mempertimbangkan antara akan bangun atau tetap tidur, lalu kita memilih untuk bangun setelah kita mampu menilai bahwa bangun lebih baik. Begitu seterusnya untuk aktivitas manusia yang lain-lainnya.
Dalam setiap keadaan, manusia pasti menemukan 2 opsi ini, yaitu baik dan buruk. Ketika manusia melakukan suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan imbalan kebaikan/pahala. Dan ketika manuasia berbuat keburukan maka ia pun akan mendapat keburukan/ dosa.  Manusia tentu tidak akan pernah luput dari kesalahan. Kesalahan ini tentu membawa manusia pada suatu keburukan. Jika manusia telah tersesat pada jalan keburukan, dianjurkan untuk segera bertaubat dan bersungguh-sungguh untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama atau lainnya kembali. Tidak menutup kemungkinan, ketika manusia telah bersungguh-sungguh bertaubat, maka keburukan yang pernah ia perbuat akan diampuni dan ia akan berjalan pada jalan kebaikan yang Alloh ridhoi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar